Setelah Penulis merilis 10 Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Tahun 2011, ternyata ada banyak kritik, opini dan masukan yang membangun sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan pemeringkatan terhadap Fakultas Hukum di Indonesia. Pada pemeringkatan tahun 2011 yang lalu, poin terbesar Penulis berikan pada jumlah alumni yang mengisi di reputable law firm di Jakarta (baik sebagai associates maupun partners) karena menurut Penulis, law firm adalah satu-satunya badan usaha yang core bisnis-nya adalah memberikan layanan hukum (legal services) dan reputable law firm “hanya” meng-hire sarjana hukum dari kampus terbaik. Penilaian ini mendapat kritik keras dari pembaca. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, Penulis mulai memperbaiki metode pendekatan yang dilakukan dalam pemeringkatan.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai fakultas hukum mana yang akan masuk dalam Top 10 di Indonesia versi Penulis, karena ada request juga dari Pembaca, maka Penulis akan memperkenalkan top law schools di USA, Canada, UK, Asia, dan Australia, siapa tahu berminat sekolah disana. Let’s check it out!!

United States of America (USA)

Ada beberapa lembaga yang melakukan pemeringkatan terhadap fakultas hukum di US, diantaranya US News RangkingsLeiter’s Law School Rankings, by Brian Leiter (University of Texas), Prelaw Handbook Top Law SchoolsLaw School 100Law VibeSuper Lawyers, dan lain-lain. Nah ini dia 10 fakultas hukum paling top di US:

  1. Yale University
  2. Harvard University 
  3. Stanford University
  4. Columbia University
  5. University of Chicago
  6. New York University
  7. University of Michigan – Ann Bor
  8. University of Pennsylvania
  9. University of California Berkeley (Boalt)
  10. University of Virginia

Canada

Pada tahun 2007, untuk pertama kalinya, Maclean menerbitkan peringkat untuk sekolah hukum di Canada. Dalam proses pengolahan data, Macleans mendasarkan pada Brian Leiter, professor of law di Chicago Law School. Berdasarkan nasihatnya, pemeringkatan dilakukan berdasarkan dua kategori yaitu kualitas lulusan (50%) dan kualitas fakultas (50%). Kualitas lulusan dapat dibagi lebih lanjut menjadi 4 area penilaian yaitu Elite Firm Hiring (20%), National Reach (10%), Supreme Court Clerkships (10%) and Faculty Hiring (10%), sementara kualitas fakultas semata-mata berdasarkan Faculty Journal Citations. Nah ini dia top 5 sekolah hukum di Kanada:

  1. University of Toronto
  2. McGill University
  3. Osgoode Hall Law School, York University
  4. University of Ottawa
  5. University of British Columbia

United Kingdom

Di Inggris juga terdapat berbagai lembaga riset yang memeringkat fakultas hukum disana, diantaranya The Guardian, National Student Survey (NSS), The Times, dan The Complete University Guide. Nah, ini dia 10 sekolah hukum paling top di UK:

  1. Oxford University
  2. Cambridge University
  3. University College London (UCL)
  4. London School of Economics (LSE)
  5. University of Nottingham
  6. Queen Mary, University of London
  7. Durham University
  8. King’s College of London (KCL)
  9. The University of Edinburgh
  10. New Castle University

Australia

Bagi yang ingin melanjutkan studi hukum di Australia, mungkin perlu melihat peringkat sekolah hukum di sana. Nah, ini dia 10 fakultas hukum paling top di Australia:

  1. University of Melbourne (MELBOURNE) 
  2. University of Sydney (SYDNEY)
  3. Australian National University (ANU)
  4. University of New South Wales (UNSW)
  5. Monash University (MONASH)
  6. University of Queensland (QUEENSLAND)
  7. University of Western Australia (UWA) 
  8. University of Adelaide (ADELAIDE) 
  9. Macquarie University (MACQUARIE) 
  10. University of Technology Sydney

Bagaimana dengan Asia? Berikut ini adalah 10 fakultas hukum paling favorit di Asia:

  1. The University of Hong Kong (HKU)
  2. University of Tokyo
  3. National University of Singapore (NUS)
  4. Seoul National University (SNU)
  5. Amity University
  6. University of Delhi
  7. Peking University
  8. Kyoto University
  9. The Chinese University of Hong Kong
  10. National Law School of India University

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Tahun 2012, Penulis menggunakan metode pendekatan melalui 3 aspek yaitu kualitas lulusan (graduate quality), kualitas fakultas (faculty quality) dan top of mind. Graduate Quality menduduki poin tertinggi yaitu 50% yang terdiri dari Elite Firm Hiring (20%) yaitu alumni yang dihire oleh reputable law firm di Jakarta, National Reach (10%) yaitu alumni yang menjadi tokoh nasional, Big Companies Hiring (10%), yaitu alumni yang dihire oleh perusahaan-perusahaan besar, Leand Faculty Hiring (10%), kemudian disusul Faculty Quality (30%) yang terdiri dari Fasilitas, Rasio Dosen dan Mahasiswa, Prestasi Mahasiswa, dan Manajemen Fakultas, dan terakhir adalah Top of Mind (TOM) masyarakat Indonesia (20%). Indeks TOM diukur Penulis berdasarkan google pages dengan menggunakan 3 (tiga) kata kunci (keywords).

Secara umum, dilihat dari output (lulusan), fakultas hukum ini dapat dibagi 3 jenis yaitu alumni yang bekerja mayoritas di law firm (UI, UNPAD, UNPAR, TRISAKTI), di korporat/perusahaan (UI, UNPAD, UNPAR, TRISAKTI, UGM, UNAIR, UNDIP), dan di lembaga negara (UI, UNHAS, UII, UNPAD, UGM, UNAIR, UNDIP). Tak perlu berlama-lama lagi, berikut ini adalah The 2012 Top 10 Law Schools in Indonesia alias 10 Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Tahun 2012, dengan catatan peringkat ini hanya berlaku bagi Program Sarjana (S1).

1. Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Akreditasi A)

Tahun 2012, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (“FH UI”) masih dinobatkan Penulis sebagai fakultas hukum terbaik seantero nusantara. Passing  grade untuk masuk FH UI tahun 2012 (versi GO) adalah 43,63% dengan tingkat persaingan 1:31.

Sekalipun FH UI sebagai salah satu fakultas hukum tertua di Indonesia (berdiri pada tahun 1898 dengan nama Recht Hoge School), namun terus mengembangkan diri mengikuti kebutuhan dan perkembangan yang ada di masyarakat. Sebagai suatu fakultas yang telah berdiri lama, Fakultas Hukum Universitas Indonesia tidak terlena dengan “ketuaan”nya dan nama yang sudah lama disandang, tetapi terus dan terus meningkatkan diri dalam berbagai bentuk, misalnya peningkatan kualitas SDM dosennya, peningkatan fasilitas, dan menjalin kerja sama baik dalam maupun luar negeri. Keberadaan fakultas dan lulusan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di negara ini, saat ini sedang ditingkatkan untuk menjamah lapangan internasional, dimulai dari pasar yang ada di kawasan regional, dan akan terus berkembang. Hal tersebut sesuai dengan visi fakultas berupa pendidikan yang bertaraf internasional. Beberapa alumni sudah berada dikawasan regional tersebut, dan hal tersebut membuka peluang bagi lapisan berikutnya untuk juga masuk kepasaran tersebut.

Sampai saat ini, lulusan fakultas ini, banyak berperan pada berbagai bidang kehidupan, mulai dari pemerintahan, peradilan, kejaksaan, pengacara, sampai kepada yang aktif dan mengabdikan diri pada lembaga-lembaga yang langsung mendorong pengembangan di masyarakat, seperti pada LSM lingkungan. Keberadaan mereka memberi warna tersendiri bagi setiap aktivitas di negeri ini. Indeks TOM berada di peringkat 1 dengan score 38,57.

Beberapa civitas academica & alumni FH UI yang ternama adalah Adnan Buyung Nasution, Todung Mulya Lubis, Abdul Hakim Garuda Nusantara, Luhut M. Pangaribuan, Chandra Motik, Najwa Shihab, Harkristuti Harkrisnowo, Maria Farida Indrati, Nono Anwar Makarim, Hikmahanto Juwana, Jimly Asshiddiqie, Maruarar Siahaan, Chandra Hamzah, Hassan Wirajuda, Yusril Ihza Mahendra, Erman Rajagukguk, Marjono Reksodiputro, dan masih banyak lagi.

2. Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Akreditasi A)

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (“FH UGM”) naik satu peringkat tahun ini dibandingkan tahun lalu karena adanya perubahan metode pemeringkatan. Passing grade untuk masuk FH UGM tahun 2012 (versi GO) adalah 36,36% dengan tingkat persaingan 1:11. FH UGM saat ini tengah berusaha membangun optimisme untuk lebih berkontribusi dalam memperbaiki kondisi bangsa. Sebagai lembaga pendidikan tinggi bidang hukum, FH UGM terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan disejumlah aspek. Dalam bidang pendidikan FH UGM menyediakan beasiswa sebesar 28,52% untuk program sarjana di tahun 2011. Untuk merealisasikan visi FH UGM sebagai fakultas penelitian bertaraf internasional FH UGM telah membangun jejaring kerjasama dengan 44 lembaga dalam negeri dan 19 lembaga luar negeri. Kerjasama tersebut digalang dalam rangka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia manusia, perencanaan program dan pendanaan, pengajaran maupun pengembangan ilmu hukum. Sejumlah kegiatan yang dilakukan berupa penelitian, publikasi bersama, pengabdian masyarakat, workshop, dan seminar internasional. Untuk meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di bidang pengajaran, FH UGM mengambil kebijakan dengan mendorong dan memfasilitasi para dosen untuk studi lanjut, memberikan bantuan beasiswa secara bertahap, bantuan pendanaan untuk mengikuti seminar, workshop, pelatihan dankegiatan ilmiah lainnya di dalam maupun luar negeri. Untuk memenuhi rasio ideal dosen dibanding mahasiswa, FH melibatkan 113 orang dosen pensiunan maupun praktisi hukum dari luar UGM. Sedangkan untuk membekali mahasiswa menjadi ahli hukum yang berorientasi internasional dengan menghadirkan 12 orang dosen asing. Indeks TOM berada di posisi 6 dengan score 2,92.

Beberapa alumni & civitas academica FH UGM yang ternama antara lain Halim Alamsyah, Denny Indrayana, Febri Diansyah, Wicipto Setiadi, Gandjar Pranowo, Otto Hasibuan, Abdul Muktie Fajar, Refly Harun, James Purba, Sri Sultan Hamengkubowono X, dan masih banyak lagi.

3. Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Akreditasi A)

Seiring dengan meningkatnya popularitas FH UGM dan perubahan metode pendekatan, maka tahun ini Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (“FH UNPAD”) cukup puas berada di posisi ketiga. Passing grade untuk masuk FH Unpad tahun 2012 (versi GO) adalah 37,86% dengan tingkat persaingan 1:11. FH UNPAD merupakan salah satu dari empat fakultas yang menjadi cikal bakal Universitas Padjadjaran, sekaligus menjadi dasar identitas Universitas Padjadjaran dalam berkiprah di dunia pendidikan. Hal ini diwujudkan dalam penetapan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Universitas Padjadjaran yang bertema “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional”. Pada perkembangannya, PIP tersebut diaktualisasikan dalam pengembangan bidang Hukum Internasional yang menjadi rujukan bagi pendidikan hukum di seluruh Fakultas Hukum di Indonesia. Pembentukan Laboratorium Klinis Hukum juga menjadi salah satu ciri khas Fakultas Hukum Unpad. Kurikulum Fakultas Hukum Unpad dikembangkan ke arah pembelajaran Student Centered Learning (SCL) melalui mata kuliah-mata kuliah kemahiran hukum yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Hingga saat ini, FH UNPAD terus berupaya melakukan peningkatan di berbagai aspek, diantaranya peningkatan kualitas input mahasiswa dan dosen, peningkatan fasilitas, peningkatan manajemen fakultas dan peningkatan daya saing lulusan FH UNPAD di dunia kerja. Indeks TOM berada di posisi ke 4 dengan score 4,91.

Beberapa civitas academica & alumni FH UNPAD yang kenamaan adalah Mochtar Kusumaatdmadja, Bagir Manan, Sri Soemantri, Romli Atmasasmita, Ahmad M. Ramli, Huala Adolf, Komariah Emong, Mieke Komar, Wahyuni Bahar, Ruhut Sitompul, Donna Agnesia, Lelyana Santosa, Eman Suparman, dan masih banyak lagi.

4. Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Akreditasi A)

Tahun ini peringkat Fakultas Hukum Universitas Airlangga (“FH UNAIR”) naik 3 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain karena memang FH UNAIR semakin berbenah diri untuk menjadi fakultas hukum bertaraf internasional, perbedaan metode pendekatan pemeringkatan juga turut mendongkrak peringkatnya. Passing grade untuk masuk FH UNAIR tahun 2012 (versi GO) adalah 36,02% dengan tingkat persaingan 1:19. Fakultas Hukum Universitas Airlangga (“FH UNAIR”) adalah satu dari 7 (tujuh) Perguruan Tinggi Negeri unggulan di Indonesia dan merupakan universitas yang menjadi pelopor dari universitas lain yang terletak di wilayah Indonesia Timur. Badan Akreditasi Nasional (BAN) mengakui kualitas sistem pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Airlangga dengan Akreditasi “A”. FH UNAIR secara progresif terus menerus dan berkesinambungan mengembangkan dan menyediakan pengetahuan secara menyeluruh untuk pendidikan dan layanan hukum. Fakultas Hukum tidak akan berhenti dalam pencapaian yang ada dan bertekad untuk bekerja keras dalam mencapai misinya.

Beberapa civitas academica & alumni FH UNAIR yang ternama yaitu Ibu Halida Miljani (mantan Duta Besar RI untuk WTO yang berperan sebagai Ketua Komisi Anti Dumping Indonesia (KADI)); Prof. Dr. Paulus Efendi Lotulung, S.H., Prof. Dr. Muchsin, S.H., Moegihardjo,S.H., (Hakim Agung pada Mahkamah Agung RI), Prof. J.E. Sahetapy (pakar hukum pidana & kriminologi), Nursyahbani Katjusungkana.

5. Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Akreditasi A)

Kampus yang terletak di Jalan Ciumbuleuit 94, Bandung turun satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya perbedaan metode pendekatan yang dilakukan penulis. Kampus ini memang memiliki indeks TOM di masyarakat yang rendah, akan tetapi kualitas alumninya sudah tidak diragukan lagi.  Berdasarkan peringkat elite firm hiring, Fakultas Hukum Unpar menduduki posisi ketiga dengan score 6,06 setelah FH UI (score 55,64) dan FH Unpad (score 11,57). Selain bekerja di law firm, alumni FH Unpar juga banyak bekerja di multi national company sebagai in house lawyer (legal counsel). Beberapa alumni FH Unpar yang ternama adalah OC Kaligis, Hotman Paris Hutapea, Junimart Girsang dan Frans Hendra Winarta (semuanya adalah lawyer).

6. Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Akreditasi A)

Sejak berdiri pada tahun 1957 hingga saat ini, Fakultas Hukum telah mengalami perkembangan dengan semakin membaiknya sistem pendidikan, bertambahnya jumlah dan kualitas staf pengajar (dosen), serta bertambah lengkapnya sarana dan prasarana penunjang pendidikan. Passing grade untuk masuk FH UNDIP tahun 2012 (versi GO) adalah 31.32% dengan tingkat persaingan 1:5. Pengelolaan Fakultas Hukum yang semakin membaik ini diarahkan untuk peningkatan kualitas lulusan. Dilihat dari output yang dihasilkan, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro telah banyak memberikan kontribusi bagi pengembangan kehidupan bangsa dalam pembangunan. Lulusan yang dihasilkan telah tersebar di seluruh Indonesia dengan menduduki jabatan-jabatan di lingkungan birokrasi, swasta maupun masyarakat. Kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, terlihat dari penelitian-penelitian yang dilakukan, penerbitan buku-buku ilmu hukum yang menjadi standar dalam pengembangan ilmu hukum di tingkat nasional, serta berbagai karya tulis di bidang hukum yang diterbitkan secara berkala melalui majalah dan jurnal ilmiah maupun melalui media massa.

Beberapa civitas academica & alumni FH UNDIP yang kenamaan adalah Muladi, Hendarman Supandji, Purwantari Budiman, Arief Havas Oegroseno, Suryanto, Sukawi Sutarip, Murdoko, Diah Anggraini, Dr. (HC) Taufiq Effendi.

7. Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (Akreditasi A)

Tahun ini, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (“FH UII”) naik peringkat ke posisi 7. Hal ini dikarenakan perbedaan metode pendekatan yang dilakukan oleh penulis dalam menyusun peringkat. Sejak tahun 1998 sampai sekarang, fakultas ini selalu mendapat Akreditasi A. Kampus yang berlokasi di Yogyakarta ini juga memiliki alumni yang mencapai tingkat nasional.  Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap Fakultas Hukum UII sebagai penyelenggara pendidikan hukum sudah tidak perlu diragukan lagi. Hal ini  dibuktikan dengan berbagai kerjasama yang telah dilakukan, baik dengan pemerintah, swasta, organisasi profesi, dan pihak asing. FH UII juga telah membuka kelas internasional dan semakin meningkatkan kualitas SDM pengajar dan fasilitas perkualiahan. Indeks TOM berada di posisi ke-5 dengan score 4.69.

Beberapa alumni FH UII yang ternama adalah Mahfud M.D., Darmono, Budi Santoso, Ari Yusuf Amir, Hamid Basyaib, Artidjo Alkostar, Maqdir Ismail, Masduki Ahmad, Henry Yosodiningrat, Suparman Marzuki, Ifdhal Kasim, Salman Luthan, Abdul Haris Semendawai, Erwin Muslim, dan Busro Muqqodas.

8.  Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Akreditasi B)

Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (“FH UNHAS”) secara resmi berdiri pada tanggal 3 Maret 1952. Pada waktu itu, masih bernaung di bawah Universitas Indonesia (UI) dengan nama Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat. Meskipun FH UNHAS adalah satu-satunya Fakultas Hukum dengan akreditas B yang masuk jajaran 10 fakultas hukum terbaik di Indonesia, akan tetapi menurut Penulis, FH UNHAS layak masuk dalam peringkat ini. Hal ini didasarkan hasil penelitian penulis, fakultas hukum ini merupakan peringkat kedua pada poin national reach atau banyak alumninya yang mencapai dan menjadi tokoh nasional. Selain itu, indeks TOM FH UNHAS juga cukup bagus karena merupakan fakultas hukum terbaik di Indonesia bagian timur. Passing grade untuk masuk FH UNHAS tahun 2012 (versi GO) adalah 26,52% dengan tingkat persaingan 1:15.

Beberapa alumni FH Unhas yang ternama antara lain Muhammad Alim, Laica Marzuki, Hamdan Zoelva, Arsyad Sanusi, Andi Matalatta, Hamid Awaluddin, Abraham Samad.

9. Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (Akreditasi A)

Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan didirikan pada tanggal 25 Juli tahun 1996, yang diprakarsai oleh Dr. (HC) Mochtar Riady. Kegiatan perkuliahan pada program Strata Satu berlangsung di Global Campus UPH Lippo Karawaci Tangerang dan dilaksanakan dalam dua pilihan bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selain dengan akreditasi A, Fakultas Hukum UPH juga merupakan salah satu Fakultas yang turut mengambil bagian dalam sertifikasi ISO 9001:2000 Universitas Pelita Harapan pada 23 April 2008. Fakultas Hukum UPH aktif menjadi bagian dari beberapa kompetisi mootcourt (peradilan semu), baik nasional maupun internasional. Fakultas Hukum UPH merupakan salah satu anggota ASLI (Asian Law Institute) dan telah menjalin kerjasama dalam program dual degree dengan Murdoch University, Australia.

10. Fakultas Hukum Universitas Trisakti (Akreditasi A)

Di posisi ke-10, ada Fakultas Hukum Universitas Trisakti (“FH Usakti”) yang merupakan salah satu fakultas hukum yang terkemuka di Indonesia. FH Usakti turun empat peringkat dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya perbedaan metode pendekatan yang dilakukan oleh Penulis dalam pemeringkatan. Fakultas yang sudah berumur 45 tahun lebih ini juga memiliki berbagai prestasi di bidang hukum ditingkat nasionalIndeks TOM FH Usakti cukup bagus di kalangan masyarakat Indonesia dengan score 2,47 (posisi ke-7). Kampus yang dijuluki dengan Kampus Pahlawan Reformasi ini juga didukung dengan fasilitas yang cukup mendukung mahasiswa untuk menjadikan lulusan FH Usakti sangat diminati oleh beberapa law firm ternama di Jakarta. Selain bekerja di law firm, alumni FH Usakti juga banyak bekerja di multi national corporation maupun perusahaan nasional.

Komentar
  1. Wong Palembang mengatakan:

    ha ha ha nulis Abdul Rahman Saleh sebagai alumni UI itu aja sudah kesalahan fatal Bung! semua advokat senior di Republik juga tau kalo Abdul Rahman Saleh itu adalah alumni UGM….so, bagaimana kredibilitas ente membaut peringkat?…malyuu aach….

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Maaf saya membacanya sebelumnya dari website Kejaksaan Agung, setelah saya check memang beliau S1 di UGM, S2 & S3 di UI. Kenapa saya harus malu, beliau juga alumni UI juga S2 & S3 kan? Mochtar Kusumaatmadja juga alumni S1 UI, S2 Yale Law School, tapi beliau lebih dikenal di Unpad dari pada di UI. Tidak ada alasan saya untuk malu….

      • Kapten Belanda mengatakan:

        Ho””””ooohh… kenapa mesti malu. Wong Palembang, wong kito gelo…!
        Memangnya hidup kau tak pernah salah ruponyo…

  2. I Smile mengatakan:

    Waaah FH UII masuk pringkat posisi 7..mantapppp !!!
    Thks infonya..

  3. Kapten Belanda mengatakan:

    Fakultas Hukum Universitas Komputer Indonesia (Unikom) mana neh???? Kan di sebelah Unpad, pasti banyak dosen Unpad ngajar di sana.
    Fakultas Hukum Universitas Pancasila ranking berapa? Atas Unikom atau di bawahnya? Kan disebelah UI, pasti banyak dosen UI ngajar di sana. Huuuuh…..

  4. Romi mengatakan:

    no comment buat peringkat nasional. tapi buat law school di US kenapa gak ada princeton ya? setau saya top 3 mereka itu yale, harvard dan princeton.

    ada info ?

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Untuk tingkat Universitas, Princeton memang berada di Top 10 di US, tapi untuk peringkat Fakultas Hukum, dari beberapa lembaga survei di US, hanya sedikit yang mencamtumkan Princeton dalam list Top 10 mereka. Silahkan klik link yang tersedia di tulisan saya.

      • Praxis mengatakan:

        Sepengetahuan saya sih, Princeton sudah tidak punya Law School lagi sejak tahun 1852 ataupun mempunyai program graduate yg menawarkan gelar hukum spt J.D., L.L.M. atau S.J.D, dan secara umum memang Princeton lebih terkenal krn reputasi college nya drpd grad school/program nya.

  5. herusetiawan mengatakan:

    Saya melihat, fh ugm menang dari segi akademis namun kalah dari segi praktisi
    Dosen2 FH UGM yg cukup terkanal antara lain Prof. Sudikno(perdata) Prof. Moelyatno(pidana) Prof. Notonagoro(filsafat) Prof. Djojodigoeno (Adat) Prof. Notosusanto (Islam) Prof. Koesnadi (lingkungan) dan msh bnyk lagi
    meski dah alm, Buku2 mereka sampai sekarang masih dipakai

  6. resa mengatakan:

    bukankah atmajaya jakarta bagus ya?……………zzzzz………..

  7. Gershon mengatakan:

    kayaknya agak kurang fair kalo UNPAD di peringkat ketiga. selama ini saya fikir praktisi hukum lulusan UNPAD lebih baik ketimbang UGM. terbukti lawyer2 ternama yg pada tingkatan sarjana menjalankan studi di universitas lain seperti hotman paris, oc kaligis, dll berebut masuk UNPAD untuk program magister atau doktoralnya. mereka ingin menjadi lebih baik dengan masuk ke universitas yg lebih baik khususnya di fakultas hukum UNPAD. Terlebih keunggulan UGM hanyalah sebatas pendirian badan2 kajian kampus semacam pusat kajian anti korupsi dan lain2 yg sebetulnya siapapun bisa berkecimpung disana. selebihnya, FH UNPAD masihlah lebih baik.

    Gershon, FH UNPAD 2010

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Tahun ini memang turun peringkat dek dibandingkan tahun lalu, karena tahun ini metode pendekatannya berubah dan juga FH Unpad mengalami penurunan prestasi (sejauh pengamatan saya loh). Kita lihat lagi tahun depan..

    • anton murtado mengatakan:

      ya untuk program doktor sih mungikn lebih baik, karena unpad uda cukup lama menyelengarakan program doktor, tapi asal anda tau, dosen saya tu sampe tiga kali ganti promotor, bukan karena bodoh, tapi karena tidak sesuai dengan jiwa fair yang ia miliki,dan dosen saya adalah orang yang tidak toleran terhadap perbuatan2 yang mencederai fairness. apalagi dalam dunia pendidikan. sehingga ketika dosen saya bebicara dalam suatu event, belau tetap mengatakan bahwa FH UNPAR lah yang lebih unggul daripada FH unpad, padahal ybs juga jadi dosen di FH Unpad.

  8. Nurma Listyana Ayu mengatakan:

    apapun FH nya, Peradi oraganisasi Advokatnya
    hidup PERADI !!!

  9. dini mengatakan:

    menurut saya, bagus enggaknya fakultas hukum mayoritas ditentukan oleh lulusan atau alumninya bekerja dimana. Dan menurut saya, indikator bekerja di “sektor pemerintahan” kurang pas dijadikan kategori, karena di Indonesia sekarang mau kerja di sektor pemerintahan mah karena uang bukan karena kemampuan. terbukti hasilnya adalah korupsi dll. saya lebih nge-refer kalo indikatornya itu adalah jumlah alumni yang bekerja di law firm2 ternama baik litigasi maupun non litigasi, karena lawyer2 di kedua bidang praktisi tsb harus handal dan hebat. contoh: pada law firm litigasi, lawyer nya harus pinter ngomong dsb. nah, kalo non litigasi kayak dilaw firm2 bidang economic/bussines, lawyernya harus pintar bussines law dan bahasa inggris. pokoknya bidang praktisi deh…
    conclution: menurut yg saya tahu di lawfirm2 non litigasi ternama (HHP, ABNR, DNC dll)itu kebanyakan alumni UI, UNPAR, UNPAD, ATMAJAYA, TRISAKTI, UGM dan UPH (ya beberapa laahh)…. kalo UII, UNHAS, UNDIP, UNAIR itu sama sekali saya tidak temukan di daftar law firm ternama. kalo bidang litigasi berjaya adalah alumni UNPAR dan UI…. ini opini saya, thankyu…

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Hal itu sudah saya lakukan di tahun 2011, dan Anda dapat melihat hasilnya. Peringkat atas pasti dipegang UI, UNPAD, UNPAR, Trisakti, Atmajaya & UPH. Tapi metode ini juga kurang tepat karena juga harus memperhatikan indikator lainnya seperti yang saya sebutkan dalam tulisan saya. Ingat, Top of Mind juga besar pengaruhnya loh..

  10. adrian sikumbang mengatakan:

    Saya masih heran mengapa fakultas hukum UNPAR berada dibawah unair, apa alasannya? Menurut saya unpar yang terbaik di kota bandung.

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Ini terbaik se-Indonesia, bukan se-kota Bandung. Saya sudah research, alumni Unpar lebih banyak sebagai lawyer baik di law firm maupun lawyer inhouse di perusahaan. Kontribusi lainnya masih sedikit, misalnya sebagai birokrat (pemerintahan), maupun penegak hukum. Untuk ukuran Bandung, Unpad masih mengungguli Unpar..

      • anton murtado mengatakan:

        bang, saya kasih tau yah, FH Unpar itu secara kualitas lebih baik daripada Unpad, itu terbukti dari tingkat kesulitan dalam menempuh pendidikan di FH Unpar, untuk mengetahui kualitas suatu perguruan tinggi, alangkah lebih bijaksananya jika kita menilai proses pendidikan yang dilakukan ketika berada dalam lembaga perguruan tinggi tersebut. saya mengakui Unpad memiliki nama besar, akan tetapi nama besar itu tidak menjamin kualitas, itulah mengapa para jebolan Unpar lebih memilih dan lebih banyak bekrja di law firm, atau menjadi inhouse lawyer, bahkan notaris, karena lembaga yang profesional lebih memilih jebolan Unpar daripada unpad, karena yang mereka cari adalah kualitas, sedangkan kualitas dan kultur pendidikan di fh unpad, itu jauh lebih buruk, karena orang yang tidak memiliki kemampuanpun dapat lulus dari universitas tersebut. sedangkan di Unpar, mahasiswa yang tidak mempunyai kemampuan akan gugur, melalui mekanisme yang ada, seperti d.o.. jika dihubungkan dengan birokrasi, tentu birokrasi di Indonesia saat ini belum baik, masih jauh dari harapan, sehingga tidak profesional dalam melayani masyarakat, sedangkan perlu diketahui bahwa sesanti almamater Unpar adalah “menuntut ilmu berdasarkan ketuhanan dan mengamalkan pada masyarakat”, sehingga profesionalisme telah ditanamkan pada diri mahasiswa sejak dini, oleh karena itu jebolan Unpar tidak cocok bekerja ditempat yang tidak menjungjung tinggi profesionalitas, dan kita tahu birokrasi pemerintahan kita masih ambruk, dan kita perlu memperbaiki. disisi lain para jebolan unpad sudah biasa dengan kondisi yang tidak profesional, sehingga mereka sangatlah pas untuk bekerja di birokrasi yang sama-sama tidak profesional. lihat saja bagaimana kridibilitas jebolan fh unpad yang terkenal sebagai seorang artis dan kader partai pemenang pemilu 2009, anda tentu dapat menilai kualitas moral yang bersangkutan itu, bandingkan dengan seorang denny kailimang, yang sama-sama seorang kader dan petinggi dari partai yang sama, kita bisa melihat dua kualitas moral yang berbeda, dan pendidikan saat kuliah sebagai mahasiswa hukum, tentu sedikit banyak menjadi faktor yang mempengaruhi kualitas nilai moral mereka. jadi jelas di Bandung FH terbaik adalah FH UNPAR, jika di bandung saja UNPAR sudah lebih unggul, di tingkat nasionalpun FH UNPAR tentu Lebih baik dari pada FH Universitas tetangga, itu sudah terbukti! kalo masih ragu silahkan anda uji kemampuan mahasiswa di antara kedua Universitas tersebut! Terima kasih!

      • kardoman.tumangger mengatakan:

        Waduh, komen Anda panjang sekali dan sangat tendensius. Saya cuma mau kasih data ya, untuk peringkat law firm, saya sudah melakukan riset ke 33 lawfirm terbaik di Jakarta, dengan jumlah lawyers sebanyak 369 orang (terdiri dari partner & associate), maka hasilnya adalah 55,64% adalah alumni FH UI, 11,57% adalah alumni FH Unpad, 6,06% adalah alumni FH Unpar, 5,23% adalah alumni FH Univ. Trisakti, dan 5,23% adalah alumni FH Unika Atmajaya, menyusul UGM (4,95%), UPH (3,30%), UNAIR (1,37%), UNTAR (1,10%) dan USU (0,82%). Survei ini menunjukkan bahwa alumni FH Unpad jauh lebih banyak bekerja di law firm dari pada alumni FH Unpar.
        Masalah susah atau tidaknya mendapat nilai itu tidak menjadi kriteria penilaian kita, karena sistem penilaian di masing-masing kampus berbeda. Saya juga pernah meneliti skripsi FH di Perpus Unpar, yang saya temukan kebanyakan skripsinya kurang bagus dari dari segi materi maupun tata cara penulisan (jika dibandingkan dengan Unpad & UI). Tapi itu juga bukan menjadi kriteria penilaian. Satu lagi, kalau dari segi Top of Mind, maka FH Unpar tidak masuk dalam peringkat 10 terbaik nasional (dengan kata lain, masyarakat kurang mengenal FH Unpar).
        Tapi namanya juga pendapat, pasti ada perbedaan. Salam Damai…

    • anton murtado mengatakan:

      ga ada cerita Unair lebih unggul daripada Unpar, jangankan sama Unpar, sama Unpad aja masih bagus Unpad

  11. Kevin mengatakan:

    FH Unpar masih ada juga ? kampus kami memang kecil dan terbilang kurang terkenal jika dibandingkan kampus lainnya , tapi jika anda ingin merasakan susahnya persaingan dan meraih prestasi terutama IP silakan masuk di FH UNPAR, IP 2,5++ ajah sudah terbilang sangat cerdas disana, jadi jangan harap ada nilai B+/C+, biar pun nilai kalian 79,4 (pengalaman pribadi) tetep ajah dihitung B. Jadi meskipun IP mahasiswa kampus kami terbilang rendah dan susah untuk lulus tapi kualitas adalah buktinyaa :) caho UNIKA PARAHYANGAN

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Masih ada dong, tahun 2011 aja FH Unpar ada di peringkat 4, hanya harus turun tahun ini karena embel-embel Fakultas Hukum terbaik harus melihat dari segala sisi. Masalah nilai di Unpar saya juga tahu, soalnya saya sering main ke sana, ke perpustakaan hukumnya juga. FH Unpar memang layak untuk diperhitungkan dalam kancah law school nasional..

    • anton murtado mengatakan:

      iya lah bang, saya dapet ip 3,3 uda dapet pujian dari rekan-rekan, sedangkan teman saya di univ tetangga yang di DU (yang depannya banyak DAMRI), meskipun iya tak pernah belajar, uda gitu kemampuannya ga lebih baik daripada rekan saya di unpar yang terancam evaluasi, temen saya yang di univ tetangga itu dengan mudahnya dapat ip 3,1, uda gitu dia juga ngaku di tempatnya kuliah ip 3 tu di obral, karena mereka ga mau lulusan mereka tidak dapat memenuhi standar ipk 3 yang sering menjadi persyaratan untuk melamar kerja, apalagi untuk masuk birokrasi, ip 3 tu mutlak, jadi saya yakin kualitas mereka tidak bagus, beda sama di UNPAR yang selalu fair dalam mendidik mahasiswanya.

      • benny mengatakan:

        liat data di lapangan aja dah bro, dari sisi mahasiswanya dulu deh, kapan unpar ngelebihin unpad dari sisi prestasi mahasiswa? makin down kalo unpar sekarang2 ini.

  12. Wong kene bae kaya kue mengatakan:

    Apakah benar Halim Alamsyah alumni FH UGM? bukannya alumni FE UII?
    beliau adalah Deputi Gubernur BI,,coba di kroscek lagi bang kardoman..

  13. nia mengatakan:

    guys, cuma mau share nih heheheheee, saya salah seorang alumni dari salah satu universitas kenamaan.. nah, saya dulu pernah mengikuti beberapa international moot court competition. Menurut pengalaman dan informasi serta fakta sih ada 5 universitas sebenernya yang menjadi top-top nya moot court international:

    1. UI
    2. UPH
    3. UNPAR
    4. UNPAD
    5. UNIKA ATMA JAYA

    ditambah dengan prestasi yang baru-baru saja didapatkan oleh rekan-rekan dari UGM (The champion of Philip C. Jessup International MCC 2012), menjadikan UGM semakin diperhitungkan juga..

    Untuk National Moot Court Competition setahu saya si UNPAD lah bos nya.
    hehehee, cuma sekedar pendapat saja ya…

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Benar sekali, empat fakultas hukum pertama memang adalah lawan-lawan tangguh dalam MCC International. Dan memang empat fakultas hukum tersebut berada dalam peringkat 10 besar menurut saya..

    • resa mengatakan:

      mm, tambahan lagi nih guys.. setelah 10 Jessup International MCC 2003-2012 diadakan, berikut adalah list of champion nya (kalo ada salah tolong diralat yaa):

      2003: UI
      2004: UI
      2005: UI
      2006: UI
      2007: UNIKA ATMA JAYA
      2008: UI
      2009: UI
      2010: UPH
      2011: UPH
      2012: UGM

      UNPAR, pernah menjadi juara 2 beberapa kali (seingat saya) dan mewakili Indonesia di Washington DC.

      UNPAD setahu saya belum pernah menjadi 2 besar sehingga belum pernah ke Washington DC, Namun UNPAD tetap sangat diperhitungkan keberadaannya dalam dunia international MCC.

      UNIKA ATMA JAYA sendiri baru sekali menjadi juara jessup, yaitu pada tahun 2007.

      namun sekarang, FH yang sedang berkembang pesat adalah UPH dan UGM..

      just for info that as a student of law science, I advise to you all guys to involve yourself in mooting activity, it has much benefit when you apply a job especially in law firm.. they usually ask you “do you join moot court?” hehehhe thakyou..

      regards

      Resa (FH Universitas Indonesia)

      • kardoman.tumangger mengatakan:

        Informasi yang sangat berguna. Metode pendekatan tahun ini memang lebih universal setelah ada banyak kritik keras terhadap peringkat tahun 2011 yang memberikan poin terbesar pada “elite firm hiring” yang pasti sama kedudukannya dengan peringkat di MCC International. Karena itu, elite firm hiring tahun ini hanya diberik porsi 20% dari total penilaian.

    • Law Enthusiast mengatakan:

      Halo, buat kalian yang membicarakan moot court internasional, menurut saya sangat tidak fair kalau anda hanya menilai dari satu moot court saja. Bagaimana dengan moot court internasional lain yang diikuti oleh law school yang ada di Indonesia? Asia Cup, ICRC IHL, Manfred Lach, Willem C. Vis, Maritime, Air Law, dan mooting lainnya. To be fair, menurut saya pribadi, kalau dilihat dari keiikutsertaan dan juga prestasi (yah walau law school di Indonesia sendiri masih terlalu dini utk membicarakan prestasi dikancah mooting internasional), urutannya adalah:
      -UI
      -UGM
      -Unpad
      -UPH
      -Unpar

      seperti yang saya bilang, hal itu saya tinjau dari keikutsertaan & prestasi masing-masing di mooting internasional, yang saya lihat dari tahun 2011-2012. Saya bisa banyak berkomentar karena saya sendiri lumayan mengikut perkembangan mooting internasional, tidak hanya di kampus saya tapi juga tetangga. :) just my two cents. :)

  14. Anissa mengatakan:

    kalo FH univ pancasila kira-kira lewat dari peringkat 15 ga? terimakasih hehe

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Ya, tapi masih masuk dalam Top 20 lah, atau mungkin karena ada request, tahun yang akan datang ditambah sampai peringkat 20. Tapi itu pasti menambah pekerjaan saya. Hehehe..

    • Baskoro mengatakan:

      Dear Anissa,

      Saya pembaca blog ini baik yg edisi 2011 dan 2012 ini berdasarkan googling. Kalo baca sedih juga karena kampus saya ga masuk 10 besar dan pengen komentarin ttg kampus lain yg “katanya” masuk peringkat top ten. Tp ada yg lebih baik dipikirkan dgn baik, bahwa dimanapun kita dan dari alumni mana kita berasal, maka yg menentukan kesuksesan adalah diri kita sendiri.

      Saya alumni FH Univ Pancasila, IP sy Cum Laude, tp sy mesti jungkir balik nyari kerjaan, sbb bny perusahaan ga mau manggil saya (mungkin krn sy lulusan PTS yg ga dianggep kali ya)
      Sampe suatu hari saya diterima di sebuah Bank swasta ternama utk posisi Manajerial (melalui kelas MDP) dari situ saya bisa liat kualitas saya diadu dgn peserta lain dr berbagai Universitas, tnyt saya ga kalah & mampu bersaing. Kuncinya ya itu tadi “DIRI KITA SENDIRI” tergantung kita mau gimana, ada niat ga utk kerja keras menjadi yg terbaik plus satu lagi faktor KEBERUNTUNGAN (luck).

      FYI aja sewaktu saya di Bank tsb, saya ketemu alumni FHUI yg ga tau bhw di ilmu hukum ada perbedaan sistem Common Law (anglo saxon) ama code law (european continental) (sy ampe bingung PIH nya diajarin apa ya). Saya ketemu jg staf saya yg LLM dari Belanda, tp penguasaan dasar2 hukumnya lemah (positif thinking aja: mungkin ilmunya udah ketinggian jd dia lupa :D). Tempo hari staf saya ada yg lulusan Atma Jaya (SH) dan UNPAD (MH), tapi kerjanya di kantor bikin saya bete, karena keras kepala, ga punya inisiatif & kreatifitas. Dikasih tugas dia kerjain dgn caranya dia yg lama & bertele2, dikasih masukan & arahan masuk kuping kiri keluar kuping kanan, akhirnya tugas yg ke dia jadi lama. Temen2nya yg alumni UKI ama UI udh selesai duluan dan benar :) Tnyt dia bilang ama saya kalo dia suka belajar (pantesan dia ga klop ama dunia kerjaan, mestianya dia di kampus aja :D )

      Dunia kerja itu bukan dunia akademis yg mencari nilai. Di pekerjaan dibutuhkan EQ, kecerdasan emosional. dibutuhkan kreatifitas juga. Itu sebabnya saya percaya dari lulusan manapun kita, sepanjang kita mau meningkatkan kemampuan, selalu membuka diri atas sesuatu hal baru, ga mudah menyerah dan percaya diri, maka kita akan sukses dimanapun.

      Sarjana Hukum bukan orang berhasil/sukses kalo dia jadi Pengacara. Bukan pengacara pun kalo bisa memberikan sumbangan positif bagi masyarakat menurut saya dia telah menjadi orang yang berhasil/sukses. Itu sebabnya sejak kuliah di FH saya ga pernah berpikir utk suatu saat jadi pengacara, dgn kemeja dan mobil mewah. Karena itu cuma atribut saja. Sejak dua tahun lalu saya meninggalkan pekerjaan di Bank sy lebih memilih berwiraswasta dgn modal hasil keringat sendiri. Di sini saya makin merasa bahagia dalam hidup.

      Jadi dear Annisa, ga usah cemas walopun FH Pancasila (alumni sy) ada di Urutan 100 pun krn yg penting karyawan kita adalah alumni dari kampus ranking 1,2,3 sd 10 tsb hehehheee
      Just kidding guys… :)

      sukses selalu dimanapun kalian berada.

      • kardoman.tumangger mengatakan:

        Saya setuju sekali dengan pendapat Mas Baskoro, semua kembali lagi kepada individu yang bersangkutan. Kampus bagus, belum tentu semua alumninya bagus. Kalau semua alumninya bagus, berarti alumni kampus yang kurang bagus tidak akan bisa bekerja dong..

      • Baskoro mengatakan:

        maaf koreksi sedikit
        tertulis: sistem Common Law (anglo saxon) ama code law (european continental)
        seharusnya: sistem Common Law (anglo saxon) ama Civil Law (european continental)
        Terimagajih :)

    • Justin mengatakan:

      Salam semuanya.. khususnya kang Kardoman.. I’ve been follwing ur blog dr thn lalu.. menarik dgn comment2 yg variatif.. however jd Acuan bagus buat adik2 junior…

      Untuk kawan2 yg “protes”.. i think mungkin karna “spirit almamater”.. saya sendiri agak kcewa atma jaya out of the top 10, tapi kalau dipikir2.. memang reasonable kalo trjadi penurunan kualitas pengajaran .. sperti waktu angkatan saya, 99 masih banyak dosen2 UI, tapi karna mreka uda pada berumur.. diduga memang uda ga ngajar :-P. Jadi saya terima “berputarnya” roda itu..

      Tp memang kembali pada individu.. ada yg dulu yg rajin belajar untuk menghafal, ada yg rajin belajar untuk mengerti…

      Hasilnya terlihat setelah praktek. (Ga perduli lulusan mana). saya sudah banyak melakukan interview& test “legal knowledge” untuk jadi legal officer/corporate/staff.. di legal dept. Perush saya (mining, smelting& power plant).. hasilnya dari sekitar 350an lamaran.. dgn skitar 30 lulusan UI, cuma 2 yg tembus, 1 UNTAR (dari skitar 40).. sisanya ga tembus.. (atma jaya 1 orang, ga gw lulusin jg).. padahal yang saya test sbenarnya basic2nya saja.. (perseroan, perikatan, ldd, dll).. yg dari UNTAR saya cukup impress.. (karna skitar 39 rekannya just wasting my time).. tapi jelas test membuktikan seseorang dulu belajar untuk skedar hafal (agar lulus), atau untuk mengerti (agar mampu).

      Percuma bicarakan kehebatan universitasnya.. tapi pengetahuannya sendiri “ga mencerminkan”.

      Btw ttg top lawfirm di indonesia…. Mmmm.. i can only say…. Kalo saya yg bkin list… Kayanya saya mikir… Mikir.. dan mikir…….. Dulu untk masukin ssek & widyawan.. (brani komenin karna da perna pake)… ;-P

  15. Donny Oktavian Syah mengatakan:

    Menarik ulasannya tentang rangking FH se-Indonesia, sekedar cross-check saja….setahu saya Bapak Halim Alamsyah (sekarang menjabat Deputy Gubernur BI) bukan lulusan Fakultas Hukum UGM tapi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), atau yang dimaksud Bapak Halim Alamsyah yang lain? Sekedar konfirmasi saja….ma’af kalau keliru

    Donny Oktavian Syah

  16. gerad mengatakan:

    boleh dong tau peringkat 11-15 nya univ mana aja? hehehe mau ngecek USU dan ATMA, thx

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Berturut-turut peringkat 11-15:
      11. Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atmajaya (Akreditasi B)
      12. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (Akreditasi A)
      13. Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (Akreditasi A)
      14. Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara (Akreditasi A)
      15. Fakultas Hukum Universitas Pancasila (Akreditasi A)

  17. jeje mengatakan:

    seharusnya urutannya…
    1. UI
    2. UNPAR
    3. UNPAD
    4. UGM

    UNPAD dan UNPAR rada-rada mirip sih kualitasnya
    UGM itu masih gimanaa gitu, yg bagus tuh universitasnya kalo FH nya mah kayaknya kurang deh…

  18. Tan Elgibran mengatakan:

    masukkan tambahan lagi yaitu integritas dari alumni, misal korupsi, prestasi kreatif dll. klo korupsi beri nilai minus, kejujuran dan kreatifitas beri nilai +.

  19. frenata mengatakan:

    menurut gue, hanya ada 12 FH yang bisa dikatakan FH Terbaik tahun 2012! salam!

    1. UI, Jakarta
    2. UGM, Yogyakarta
    3. UNPAD, Bandung
    4. UNPAR, Bandung
    5. UPH, Tangerang
    6. UNIKA ATMA JAYA, Jakarta
    7. UNAIR, Surabaya
    8. USAKTI, Jakarta
    9. UNDIP, Semarang
    10. USU, Medan
    11. UNHAS, Makassar
    12. UII, Yogyakarta

  20. T_T mengatakan:

    kalo menurur riset dan pemilik blog ini aja uda jelas mengatakan FH UII di posisi 7 di lihat dari embel-embel Fakultas Hukum terbaik dari segala sisi dan ga ada cerita di posisi 12,apalagi di bawah USU UNHAS,USAKTI,UPH

  21. yusti sinaga mengatakan:

    Peringkat FH Unsoed masuk dalam peringkat berapa untuk peringkat nasional?

  22. Daisy mengatakan:

    saya baru diterima di FH UGM utk tahun 2012 ini melalui jalur snmptn-undangan untuk program s1-nya, semoga mutu baik di akademis dan prastisi utk kedepannya semakin baik dan terima kasih banyak untuk sharing top law dr universitas dalam dan luar negeri ini ya kak admin :D sebagi bahan referensi untuk melanjutkan program master dan doktor kelak :D

    Daisy Elfitri – FH UGM 2012

  23. Nurma Listyana Ayu mengatakan:

    kalo FH ITB peringkat apa om?

  24. rendy mengatakan:

    Mau komen dong mengenai peringkat diatas, hehehe pertama-tama congratulations buat my pride campus UNPAD..
    btw, setahu gue FH yang memang punya nama itu rata-rata di jakarta/bandung + jogja (ugm)…

    1. UI: saya tidak akan berkomentar untuk yang satu ini
    2. UGM: menurut saya kualitas tidak jauh berbeda dengan UNPAD
    3. UNPAD: sepanjang saya kuliah di UNPAD, mahasiswanya lumayan bagus, meskipun ada juga beberapa yang rada-rada gitu deh.. hehe
    4. UNAIR: yang bagus kampusnya atau FH nya? masih ambigu, secara menyelurh UNAIR termasuk one of the top, tapi apa iya FH nya juga demikian? bagaimana bila dibandingkan dengan UNPAR, menurut saya lebih berkicau UNPAR daripada UNAIR.
    5. UNPAR: kualitas gak jauh beda dengan UNPAD, mahasiswa+dosen+alumni yang punya passion.
    6. UNDIP: lumayan tapi saya kurang menangkap sisi bagusnya disebelah mana? apa perbandingan yang signifikan dengan TRISAKTI?
    7. UII: komentarnya sama dengan UNDIP,prestasi UII itu sendiri sejauh apa ya? apa cuma karena banyak pejabat dari UII? atau ada faktor lain? UII sendiri belum begitu dikenal di jakarta/bandung.
    8. UNHAS: komentarnya sama dengan UNDIP
    9. UPH: MCC Internasional nya bagus, tapi yang nasional ??, belum mengenal jelas dengan yang satu ini. tetapi sejauh ini, masih belom ada gosip-gosip negatif. Mahalnya kampus ini membuat ia dikenal luas.
    10. TRISAKTI: setahu saya nama FH TRISAKTI ini sangat bergengsi melebihi FH peringkat 6,7,8 dan 9. bisa dikasi tau alasannya?

    * saya cukup interest dengan requirements fh terbaiknya, tapi belum sangat-sangat menendang gitu, kemudian ATMAJAYA jakarta dimana? padahal yang satu ini juga lebih bagus menurut saya, sama dengan TRISAKTI

    demikian komentar saya..

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Sebagai bahan perbandingan, tahun 2011 saya merilis juga Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia. Setelah mendapat banyak masukan, akhirnya saya merevisi metode pendekatan di tahun 2012 dan hasilnya lumayan berbeda dengan Tahun 2011.

    • die mengatakan:

      setuju! menurut saya Trisakti harusnsya bisa masuk 6 besar. sangat aneh sekali trisakti ditempatkan di bawah UII dan UnHas yang namanya saja jarang terdengar

    • yusti si rajagukguk mengatakan:

      Wokowkwkow mengkritisi point 7 dan 10
      Trisakti yang salah satu faktor penting yg mendongkrak hanya terkenal karena di ibu kota aja nda beda dengan PTS lain,,
      PTN melahirkan pejabat negara uda banyak bro,,tp PTS yang melahirkan pejabat penyelenggara negara yang memiliki posisi strategis jarang bro bisa di bilang hanya UII,apalagi pejabat yang bersih

      rata-rata lulusan PTS banyak berkecimpung sbg lawyer litigasi maunpun non litigasi, yg sudah banyak segudang alumni dari PTN,,tp yg berkecimpung di posisi strategis pemerintahan bisa di katakan sangat jarang…

      • kardoman.tumangger mengatakan:

        Mungkin Saudara harus baca lagi mengenai pendekatan yang saya gunakan. Saya kutip kembali ya:
        “Tahun 2012, Penulis menggunakan metode pendekatan melalui 3 aspek yaitu kualitas lulusan (graduate quality), kualitas fakultas (faculty quality) dan top of mind. Graduate Quality menduduki poin tertinggi yaitu 50% yang terdiri dari Elite Firm Hiring (20%) yaitu alumni yang dihire oleh reputable law firm di Jakarta, National Reach (10%) yaitu alumni yang menjadi tokoh nasional, Big Companies Hiring (10%), yaitu alumni yang dihire oleh perusahaan-perusahaan besar, Leand Faculty Hiring (10%), kemudian disusul Faculty Quality (30%) yang terdiri dari Fasilitas, Rasio Dosen dan Mahasiswa, Prestasi Mahasiswa, dan Manajemen Fakultas, dan terakhir adalah Top of Mind (TOM) masyarakat Indonesia (20%). Indeks TOM diukur Penulis berdasarkan google pages dengan menggunakan 3 (tiga) kata kunci (keywords).”
        Jadi, pejabat penyelenggara pemerintahan masuk dalam kategori National Reach hanya menyumbang 10% dari total penilaian fakultas hukum terbaik.

  25. obituarist mengatakan:

    Bahagianya 2 hari yang lalu diterima di FH UGM. Urutan ke-2 menurut hasil riset Bang Kardoman.

  26. xxxx mengatakan:

    nggak suka bgt sih kalian klo univnya turun, roda selalu berputar boss inget. jgn saling merendahkan. harusnya ini jd pemicu univ kalian u/ lbh baik :)

    • anye mengatakan:

      jangan hidup kalo lo gak bisa dan gak mau di kritisi.. kritik dan kritis berbeda, anak hukum tanpa sikap kritis kelaut aja.

      • Nafis mengatakan:

        ya,,, kritis itu sikapnya,,, dan kritik adalah perwujudan dari sikap kritis tadi.. kritik boleh asal kritik itu membangun(produktif) dan bertanggungjawab,, jangan asal kritisi saja tetapi tidak di ada dasar dan hanya membawa2 emosi, rasa chauvinistis sempit atau kebangga2an yang berlebihan. Tidak ada output dan hasil dari apa yang di kritisi,,

  27. Dessy Marliani mengatakan:

    waah bangganya jadi salah satu mahasiswi law school terbaik di Indonesia :) FHUI Jaya lah pokoke!! hehe thanks postingannya, maju utk semua law school di Indonesia :D

  28. R nadia mengatakan:

    Saya ingin jadi notaris,tp saya masuk fh unpad dan fh unpar tahun ini.mana yang hrs saya pilih?terima kasih

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      FH Unpar dan FH Unpad sama-sama bagus kok. Alumni FH Unpar banyak berkecimpung di dunia law firm dan multi national corporation, kalau alumni FH Unpad lebih banyak sebarannya (law firm, BUMN, PNS, dll). Kalau mau jadi notaris harus lulus S1 dulu, terus ntar ambil MKN (Magister Kenotariatan), setara dengan S2. Kalau mau ambil MKN, disarankan ke Unpad saja.

    • johan mengatakan:

      yang penting mah belajar yang bener.. bisa deh tuh cita” tercapai.. cuma pesen aja klw mau pinter di unpad harus ekstra karena persaingan dunia hukum di luar sana sangat ketat hahaha

  29. Inez mengatakan:

    Kalau FH UKI beara diurutan keberapa? Trimakasih

  30. Anggi Pinondang mengatakan:

    wow, UI peringkat 1 yee? malu gw sebagai lulusannya tp ngaco,, >_<

  31. ruccy mengatakan:

    postingan yang sangat bagus. bisa dijadikan pertimbangan dan referensi dalam memilih perguruan tinggi. Jadi menurut penelitian Saudara, fakultas hukum swasta yang terbaik di Indonesia apa? Terima kasih.
    Ruccy-FHUI 2008

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Untuk sementara ini masih di pegang oleh Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung, menyusul Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atmajaya dan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

  32. victornalle mengatakan:

    Salam kenal Bung…
    Menarik membaca pemeringkatan ini. Saya rasa peringkat ini cukup fair. Utk para alumni menurut saya santai saja kalau tidak terima dgn peringkat ini karena indikatornya kan cukup banyak, jadi sebenarnya tdk ada FH yang benar2 sempurna.
    Saya ingin berikan sudut pandang yg lain, mungkin ini berguna bagi kita untuk memajukan almamater masing2. Saya pernah diskusi dgn Prof. Peter Mahmud Marzuki dari Unair. Beliau melihat FH di Indonesia dari perspektif paradigma ilmu yang dianut masing2 FH tersebut. Dari perspektif tersebut maka akan muncul dua mazhab. Pertama, FH yang memiliki kecenderungan mengkaji hukum secara normatif karena menganggap hukum adalah ilmu yg sui generis dan berbeda dgn ilmu sosial. PTN yang masuk kelompok ini antara lain: UI, Unpad, Unair. Untuk PTS saya kurang tahu, tapi mungkin Unpar masuk kategori ini. Kategori kedua adalah FH yang memiliki kecenderungan mengkaji hukum secara empiris karena menempatkan ilmu hukum secara epistemologis tdk berbeda jauh dgn ilmu2 sosial lainnya. Karena itu kajian sosio legal di kelompok ini cukup kencang. PTN yang masuk kelompok ini antara lain: Undip, UGM, Unibraw. Utk PTS saya kurang tahu.
    Nah, apa hubungannya dgn pemeringkatan di atas? Menurut saya, metode pemeringkatan di atas akan cenderung menempatkan FH yang merupakan kategori pertama dalam peringkat2 atas. Sebab, paradigma pertama akan memproduksi yuris yg memiliki ars (keahlian) di bidang hukum. Pengetahuan konseptual dan penalaran hukumnya jg baik. Nah, kelompok kedua sedikit kedodoran dalam hal ini. Makanya lulusan2 dari kelompok kedua saya lihat lebih banyak yg berkecimpung di dunia LSM. Tapi ini baru hipotesis saja. Masih harus dibuktikan. Tapi jika saya bandingkan skripsi2 dari kelompok pertama dan kedua, maka akan sangat terlihat kok kecenderungannya seperti itu.

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Saya setuju sekali dengan pendapat Prof. Peter, memang kelihatan sekali perbedaan antara dua kategori fakultas hukum tersebut. Saya bisa melihat secara nyata perbedaan tersebut. Misalnya saja, alumni kategori pertama banyak kebanyakan bekerja sebagai lawyer (baik di lawfirm maupun di perusahaan), sedangkan alumni kategori kedua kebanyakan bekerja sebagai penegak hukum (Jaksa, Hakim dan sejenisnya). Perbedaan pola pikir mengenai hukum juga bisa saya rasakan ketika berinteraksi dengan alumni dari kategori kedua.

  33. sena mengatakan:

    kok atma gak ada ya? -__- tapi gue seneng banget masuk atma, banyak anak penabur hahaha…

  34. kmbt_kmbt mengatakan:

    Kalau FH UNEJ kira2 pringkat berapa ya?

  35. nea mengatakan:

    Mohon masukan jk ambil magister kenotariatan lbh baik di UGM / Undip? Domisili sy di jateng. Trims

  36. Rckyx mengatakan:

    FH Unila urutan berapa ya?? ahahaha

  37. kmbt_kmbt mengatakan:

    Mas kardoman.tumangger tlong djwb donk.klau FH UNEJ kira-kira pringkat brp?

  38. azmi mengatakan:

    undip gimana?

  39. [...] Sumber: http://justkardoman.wordpress.com Posted in Uncategorized [...]

  40. hilda mengatakan:

    baru dengar ada kampus yang namanya uii kirain salah ketik UI

  41. Fajar mengatakan:

    Terima kasih infonya..
    Mengenai Fakultas terbaik didunia, kenapa Belanda tidak ikut ditampilkan, padahal setahu saya banyak dosen dari UI ataupun universitas lainnya mengambil program PhD disana..
    saya lebih berminat kuliah di belanda dibandingkan inggris ataupun australia..
    Request

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Karena ada request, fakultas hukum di negara-negara Eropa Kontinental memang jarang diperingkat. Ntahlah kenapa, tapi berikut saya share mengenai Fakultas Hukum terbaik di Belanda:

      1. Fakultas Hukum University of Leiden (the oldest, well-known and it has many distinguished professor)
      2. Fakultas Hukum University of Amsterdam (national champion untuk international mootcourt)
      3. Fakultas Hukum University of Utrecht (offer the best teaching; more dynamic and up to date)
      4. Fakultas Hukum Universitas of Groningen (it’s the cheapest and it seems it has a really good reputation)
      5. Fakultas Hukum Vrije Universiteit
      6. Fakultas Hukum Erasmus University of Rotterdam
      7. Fakultas Hukum University of Maastricht

      Saya hanya memeringkat sampai 7 saja, karena setelah tujuh Universitas diatas sangat kurang recommended!

  42. monalisa rahayu mengatakan:

    sekedar masukan, sebaiknya anda juga melihat indikatornya dari prestasi mahasiswa di FH kampus2 tersebut dalam memenangkan kompetisi antar kampus. misal kompetisi moot court dan legal drafting. sepengetahuan saya, UNPAD sering menjuarai kompetisi antar FH se-Ind di bidang moot cout (peradilan semu). Ini agar pemeringkatan anda mendekati obyektif. karena itu akan berhubungan dengan sistem pengajaran dan output yang dihasilkan. jadi bukan semata-mata berdasar pada passing grade yang anda kutip dari GO.

  43. monalisa rahayu mengatakan:

    saya sepakat dengan pendapat Kardoman. saya pernah membaca buku penelitian Hukum karya peter Marzuki. Jernih sekali pendapatnya mengenai ilmu hukum. Ilmu hukum berbeda sekali dengan ilmu sosial. Jadi pendekatan dan metode risetnya juga berbeda. Nah, UNPAD, UI, UNair memang memiliki kecenderungan itu. Makanya, beliau heran jika ada dosen atau mahasiswa hukum yang mengatakan bahwa sarjana hukum jangan berpikir normatif. ilmu hukum adalah ilmu tentang norma, jadi memang harus berpijak pada norma dalam penelitian hukum. sekedar masukan, tolong dibaca juga buku karya Soetandyo Wignjosoebroto yang berjudul dari hukum Kolonial ke Hukum Nasional. di dalam buku oitu diipetakan dengan jelas tradisi pembelajaran hukum di Indonesian sejak era kolonial hngga era orde baru. sekedar catatan, di buku tersebut setelah kemerdekaan di kemukakan Muhtar Kusumaatmadja dari UNPAD pernah merancang kurikulum fakultas hukum se-Ind saat beliau menjabat menteri kehakiman. Beliau juga mengorganisir dosen-dosen hukum UNPAD meriset hukum secara teori dan kenyataan sebagai bahan dasar kebijakan hukum nasional. mungkin ini juga bisa menambah obyektivitas pemeringkatan.

  44. monalisa rahayu mengatakan:

    pendapat Victoralle: Saya ingin berikan sudut pandang yg lain, mungkin ini berguna bagi kita untuk memajukan almamater masing2. Saya pernah diskusi dgn Prof. Peter Mahmud Marzuki dari Unair. Beliau melihat FH di Indonesia dari perspektif paradigma ilmu yang dianut masing2 FH tersebut. Dari perspektif tersebut maka akan muncul dua mazhab. Pertama, FH yang memiliki kecenderungan mengkaji hukum secara normatif karena menganggap hukum adalah ilmu yg sui generis dan berbeda dgn ilmu sosial. PTN yang masuk kelompok ini antara lain: UI, Unpad, Unair. Untuk PTS saya kurang tahu, tapi mungkin Unpar masuk kategori ini. Kategori kedua adalah FH yang memiliki kecenderungan mengkaji hukum secara empiris karena menempatkan ilmu hukum secara epistemologis tdk berbeda jauh dgn ilmu2 sosial lainnya. Karena itu kajian sosio legal di kelompok ini cukup kencang. PTN yang masuk kelompok ini antara lain: Undip, UGM, Unibraw. Utk PTS saya kurang tahu.
    Nah, apa hubungannya dgn pemeringkatan di atas? Menurut saya, metode pemeringkatan di atas akan cenderung menempatkan FH yang merupakan kategori pertama dalam peringkat2 atas. Sebab, paradigma pertama akan memproduksi yuris yg memiliki ars (keahlian) di bidang hukum. Pengetahuan konseptual dan penalaran hukumnya jg baik. Nah, kelompok kedua sedikit kedodoran dalam hal ini.

    Pendapat saya: saya sepakat dengan analisis Victor. Makanya Denny Indrayana yang lulusan UGM tersandung ketika menyatakan bahwa advokat pembela koruptor sama dengan koruptor. ini jelas pendapat ahli hukum yang lebih kuat kecenderungan sosio legalnya. di sini terlihat Denny Indrayana “kedodoran” di saat berdebat dengan advokat-advokat lulusan perguruan tinggi yang terdidik dengan pendekatan normatif yang melihat ilmu hukum adalah sui generis dan berkarakter khusus. Jelas-jelas di dalam Kode Etik advokat dan UU advokat dinyatakan bahwa advokat tidak bisa diindentikkan dengan Klien yang dibelanya. Tabik.

  45. tedy mengatakan:

    ya ampun fh jayabaya mana yahhh

  46. pricil mengatakan:

    I think the rank should be:
    UI, UNPAD, UGM, UNPAR, UNIKA ATMAJAYA, UPH, USAKTI, UNDIP, UNAIR, USU, UNHAS, UII
    as long as I know the univ mentioned above is the top of national faculty of law. when you work in Jakarta the most popular are UI and UNPAD for the PTN and UNPAR, UNIKA ATMAJAYA and TRISAKTI for the PTS litigation or non litigation fields. Trustly, UII and UNHAS have good potential but haven’t popular name in jakarta include UNDIP and UNAIR. based on achievement in international mootcourt competition, the best one are (for the last 3 year) UPH, UI, UGM, UNPAR, UNPAD and UNIKA ATMAJAYA. I dont really know about national mootcourt field.

    quotes: it is not about the school, it is just about WE as the student, others wont help, ourselves are !

    #just sayin

  47. Kania Rahma NUreda mengatakan:

    Saya mahasiswa baru FH tahun 2012 ini. Saat sebelum test perguruan tinggi negeri, PTS pun sudah mulai mebuka test dijauh-jauh hari. Ketika saya mencoba untuk test masuk FH Unpar melalui test prestasi rapot saya dinyatakan lolos fh unpar. namun saya juga mencoba test fh atmajaya jakarta. Tetapi setelah saya test PTN, saya memilih FH undip untuk. Akhirnya dari ketiga universitas tsb, saya skrg kuliah di FH undip. dengan alasan saya minat jd notaris, semua akreditasi undip dari s1, s2 dan s3 semuanya A. kenotariatan fh undip juga sangat baik dengan akreditasi A. Mudah-mudahan pilihan saya tidak salah, dan saya bs menjadi notaris lulusan undip dengan program fast track dan lulus tahun 2015 aminnn. salam FH undip

  48. nachan mengatakan:

    saya netral saja disini, tapi heran kok bisa ya fakultas hukum UI diatas UGM, dan penulis menulisnya seolah fh ugm setara dengan unpad. ya jauh lah. bahkan penulis tidak menuliskan tahun berdirinya fh ugm. payah. rating untuk tulisannya: so so. masih dangkal. penulis ini jangan-jangan kuliah di UI yah jadinya subyektif. :))

  49. I Gusti Agung Nyoman Dharma Yasa mengatakan:

    Berada di peringkat berapapun itu, yang menentukan kualitas individu mahasiswa (I) suatu fakultas adalah dari kemauan pribadi untuk menguasai jurusan yang digelutinya. Saat ini sebagian besar PTN menerapkan metode SCL (Student Center Learning) untuk merangsang rasa ingin tahu dan semangat belajar mahasiswa. Tidak lagi berada pada zaman TCL (Teacher Center Learning) dimana mahasiswa disuapi segala macam materi dari dosen. Jadi menurut saya pribadi, tidak ada fakultas yang bobrok. Karena kita tahu tidak semua lulusan universitas-universitas ternama bisa sukses dalam kariernya. Yang jelasnya, itu tergantung dari kemauan mahasiswa untuk belajar dan lebih mendalami apa yang telah menjadi pilihan mereka dalam suatu jurusan.
    Asalkan jangan sampai melanggar hukum.
    Saya ingat perkataan (Alm) Prof. Dr. Achmad Ali, SH, MH –Guru besar FH Unhas–
    “Jangan sampai kehidupan kalian sebagai agen of change meniru kehidupan orang-orang yang mungkin nasibnya kurang beruntung. Tukang kayu yang kerjanya membuat rumah orang lain terlihat bagus sedangkan rumah mereka belum tentu bagus. Pemulung yang memungut sampah di halaman orang lain, belum tentu halaman rumahnya bersih. Sama halnya dengan seorang Sarjana Hukum, apakah kalian bisa menjamin bahwa kehidupan ber-hukum kalian tidak akan mempermalukan hukum dan diri sendiri karena kehidupan ber-hukum kalian sangat bobrok?”
    Itu kata-kata yang menurut saya bisa dijadikan tolok ukur untuk menentukan keberhasilan seorang sarjana hukum.

  50. song mengatakan:

    FH UII dah krja sma sma Yale..dkit lagi bkal numero uno

  51. Gatot Azhari mengatakan:

    Kampus yg Ada fakultas hukum, Dan sudah berkontribusi untuk kemajuan di negara Dan masyarakat Indonesia lebih utama daripada peringkat Yang di paksakan …………ilmu Dan a al ……….bukan Jakarta saja ………….pinggir pinggir pulau Indonesia bagaimana dg kualitas pelayanan hukum nya ……..

  52. djeruk mengatakan:

    “Did you join moot court?” Bang, apa benar pertanyaan itu akan ditanyakan saat interview di lawfirm2? Seberapa krusial pengalaman moot court untuk dapat diterima bekerja di lawfirm? mohon dijawab ya Bang. Anyway, saya mahasiswa FH UGM 2012, pengen jadi advokat. Respect buat Bang Kardoman salah satu mahasiswa paling berprestasi di angkatannya di FH UNPAD. Kerja di mana sekarang, Bang?

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Join di moot court sewaktu kuliah khususnya international moot court (untuk corporate law firm) atau national moot court (untuk litigation law firm) memang menjadi penilaian penting bagi law firm yang akan merekrut fresh graduate. Orang2 yang join moot court biasanya memiliki mental yang dibutuhkan untuk bekerja di law firm, misalnya bisa bekerja dibawah tekanan, bisa mengejar deadline, termasuk juga konstruksi berpikir.
      Saya sekarang gabung di Pertamina. Kuliah yang semangat ya,..

  53. maaf bang, tapi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin sudah terakreditasi A.

  54. Iting mengatakan:

    Meskipun saya bukan lulusan FH, sepertinya FH UGM prestasinya mengagumkan di Tahun 2012:

    I. Tim FH UGM juara 1 LEGISLATIVE DRAFTING RUU Desa di UI, 16-19 November 2012

    Source: http://t.co/j39Q4brk

    II. Tim FH UGM Juara 3 pd Foreign Direct Investment MCC di School of Law Suffolk University Boston, Massachusets USA, 2-4 November 2012

    Source:
    http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/842/prestasi-mahasiswa-fakultas-hukum-ugm—november-2012/

    III. Juara 1 Piala Prof Abdul Mukhtie Fajar dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Brawijaya Law Fair III di FH Brawijaya, 7-10 Nov 2012

    Source:
    http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/842/prestasi-mahasiswa-fakultas-hukum-ugm—november-2012/

    IV. TIM FH UGM Juara 2 dalam lomba karya tulis ilmiah mahasiswa pada 21-22 Oktober lalu di Universitas Brawijaya.

    Source:

    http://www.ugeem.com/2012/01/tim-fh-ugm-raih-juara-2-dalam-lkti.html

    V. Tim FH UGM Juara 3 dalam Contract Drafting Competition piala Dewi Justicia di Unair Surabaya, 20-21 Oktober 2012

    Source:
    http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/797/fh-ugm-juara-3-dalam-lomba-contract-drafting-competition-piala-dewi-justisia-unair/

    VI. Tim FH UGM Juara 1 Cerdas Cermat Hukum Pasar Modal di FH UI, 5-7 Oktober 2012

    Source:

    http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/782/selamat-atas-juara-1-yang-diperoleh-tim-debat-blc-fh-ugm/

    VII. Tim FH UGM Juara 2 Cerdas Cermat Hukum Pasar Modal di FH UI, 5-7 Oktober 2012

    Source:

    http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/783/selamat-atas-juara-2-yang-diperoleh-tim-cerdas-cermat-blc-fh-ugm/

    VIII. Tim FH UGM Juara 1 Debat Hukum di Unpar, 5-7 Oktober 2012 dengan Topik Pasar Modal:

    Source: http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/782/selamat-atas-juara-1-yang-diperoleh-tim-debat-blc-fh-ugm/

    IX. Tim Fakultas Hukum UGM meraih 3rd Best Memorial dan Juara harapan 1 dalam Moot Court Competition “Asia Cup”, 19-24 Agustus 2012

    Source:

    http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/659/tim-fakultas-hukum-ugm-mewakili-indonesia-dalam-international-law-moot-court-competition-“asia-cup-2012”/

    X. Tim delegasi FH UGM raih second quartile dari keseluruhan 91 tim dalam The Ninth Annual Willem C. Vis East International Commercial Arbitration Moot Competition, Hongkong, 19-25 Maret 2012.

    Source:

    http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/591/fh-ugm-kembali-mengirimkan-delegasinya-pada-the-ninth-annual-willem-c.-vis-east-international-commercial-arbitration-moot-competition/

    XI. Tim Legislative Drafting (LD) Fakultas Hukum (FH) UGM berhasil meraih juara I dalam kompetisi Legislative Drafting Tingkat Nasional Padjadjaran Law Fair 2012 “Tribute to Prof. Dr. Sri Soemantri Martosoewignjo, S.H.

    Source:

    http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/555/tim-fh-ugm-juarai-legislative-drafting-tingkat-nasional/

    XII. FH UGM in The 2012 White & Case Jessup Cup 2012, USA, 30 March-April 1, 2012.

    Source:

    http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/554/universitas-gadjah-mada-in-white-&-case-jessup-cup-2012/

    XIII. Tim peradilan semu Fakultas Hukum (FH) UGM berhasil meraih gelar sebagai 1st Champion dan sekaligus Juara 3 untuk Best Memorial dalam kompetisi peradilan semu internasional “The 2012 Indonesian National Rounds of the Phillip C. Jessup International Law Moot Court Competition” yang digelar di Universitas Padjajaran Bandung, 3-5 Februari 2012

    Source:

    http://lcdc.law.ugm.ac.id/detail/berita/474/raih-3rd-best-memorial-award,-tim-fh-ugm-akan-melaju-ke-amerika/

    XIV. Tim peradilan semu Fakultas Hukum (FH) UGM Juara 1 Piala Mahkamah Agung, di Unhas Makasar, Februari 2012.

    • won pelembang mengatakan:

      ha ha ha ha Mas Iting bener sekaliii, data ini sangat penting……..ciri khas UGM,jangan asal ngomong dengan data suka-suka kwek..kwek..kwek…

  55. Rene mengatakan:

    Mau nanya dong, mending masuk FH Atmajaya apa Trisakti ya? Dilema nih. Makasih.

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Wajar menjadi dilema bagi kamu, soalnya peringkat tahun 2012, FH Univ. Trisakti saya tempatkan di posisi ke 10 dan FH Univ. Katolik Indonesia Atmajaya di posisi ke-11. Baik Trisakti dan Atmajaya memiliki track record yang sangat bagus. Hanya saja saat ini FH Trisakti Akreditasi A sedangkan Atmajaya Akreditas B (versi BAN-PT). Tapi itu juga bukan jaminan, akreditasi bisa berubah. Hanya satu yang menjadi keunggulan Atmajaya dibandingkan Trisakti, yaitu Atmajaya dikenal luas dalam dunia International Moot Court Competition Indonesia (seperti Philip C. Jessup, Humaniter, etc), bahkan tahun 2007 menjadi National Champion Philip C. Jessup. Tapi, pilihan terakhir adalah terserah Anda.

  56. Andreas Sihite. mengatakan:

    Semua Penjelasan dari Bung Kardoman adalah sangat bagus. beliau sendiri merupakan mahasiswa terbaik Fakultas Hukum UNPAD. jadi jangan dilawan deh dengan komen komen yang tidak valid. dan kini beliau bekerja sebagai legal Pertamina yang masuknya susah sekali.

  57. Fzn mengatakan:

    Universitas Hukum Brawijaya koq gk ada ya. ?

  58. -D- mengatakan:

    saya kerja di salah satu top 3 law firm Indonesia..

    Fyi, di kantor saya lawyernya berasal dari UI, UNPAD, UNPAR, UPH, UGM, ATMA, UNTAR, USU and Trisakti.. Cukup unik karena Atma, Untar and Usu berada di luar top 10 sementara UNHAS, UNAIR, UNDIP berada di top 10 dimana saya tidak melihat keberadaan mereka di posisi top law firm Indonesia..

    Tapi dengan metode pendekatan yang dilakukan, hal itu memang mungkin terjadi..
    Lastly, nice article

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Setuju bung, kalo berdasarkan peringkat lawyer yang bekerja di suatu law firm, saya setuju. Tetapi pasti yang lian-lain akan protes soalnya kan alumni fakultas hukum tidak hanya berkarya di law firm..

  59. patty mengatakan:

    Mas kardoman, mau usul … jadi setelah saya baca keseluruhan terutama rangking berdasarkan profesi lawyer di law firms terbaik jangan hanya melihat banyaknya saja, tapi perlu dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang lulus. misalkan: alumni unpad ada 11 persen dilaw firm sedangkan atmajaya dan trisakti masing-masing 5% (dari total 350 lawyer). berarti alumni unpad ada 38 lawyer, alumni atma dan trisakti masing-masing 18 lawyer. kemudian diperhitungkan juga berapa jumlah mahasiswa yang diterima dimasing-masing kampus itu. mis UNPAD pertahun menerima 600 mahasiswa, Atma menerima 300 sedangkan trisakti menerima 400.. berarti hasil akhirnya adalah UNPAD: 6,3%, ATMA : 6%, TRISAKTI : 4,5%… Jadi terlihat dengan jelas, jangan hanya melihat jumlah lawyer harus diperhatikan juga jumlah mahasiswa di masing-masing kampus.

  60. Fredy mengatakan:

    Mohon pencerahannya donk Bro,,,mau tahu peringkat Fakultas Hubungan Internasionalnya…

  61. unsurya mengatakan:

    semua itu bukan jaminan bung yang aklak dan moralnya gimana cara belajar hukum sejati dan harus ditegakkan dibumi nusantara ini ok dan bagi teman teman yang FH nya tidak disebut jangan kecil hati semua tinggal kita menyikapinya

  62. arter mengatakan:

    pemringkatan yang agak dangkal, masih ingat pernyataan tokoh nasional yang bilang UI kok ada beberapa lulusannya KORUP…. coba di tanya kebeliau kenapa itu bsa terucap…. so bukan yang teratas dlu skrg nich yang penting bebas korup indonesia butuh itu….

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Meskipun dangkal, setidaknya para lulusan SMA memiliki referensi dalam memilih Fakultas Hukum mana yang terbaik dan berguna bagi masa depan mereka. Lulusannya korup atau bukan tidak ada kaitannya dengan fakultas yang bersangkutan, itu adalah oknum. Dari Fakultas Syariah sekalipun tetap saja ada yang korup, bahkan orang-orang di Kementerian Agama saja sangat korup. Harap memakai logika dalam berpikir..

    • Praxis mengatakan:

      Sebenernya ini msl pemeringkatan fak hukum dr perspektif bidang keilmuan & karir atau moral & akhlak sih? Jangan dicampuradukkan lah urusan akhlak dgn keilmuan, dosen2 d fak hukum setau saya tanggung jawabnya itu cuma transfer ilmu dan ga bertanggungjawab sama urusan moral mahasiswa.
      Mengenai msl korup, pertama-tama jgn karena ada yg beberapa alumnus yg korup lalu anda simpulkan almamaternya ga bener, yg korup itu brp prosentasenya dr keseluruhan alumnus? Kemudian kalaupun memang anda berpendapat alumnus UI banyak yg korup, mestinya anda berpikir dong knapa banyak alumnus UI dipercaya pemerintah utk ditempatkan di jabatan2/posisi strategis yg bisa di korup? Maksud saya klo alumnus2 nya cuma jadi tukang becak ato kuli saya yakin tidak akan korup, apa yg mo d korup juga d posisi seperti itu?
      Jadi maaf, klo menurut saya malah komentar anda yg agak dangkal dan tidak sesuai konteks :) piss gan heheh

  63. Dessi Np mengatakan:

    Terimakasih untuk Bang Kardoman atas pemringkatannya. Ini bisa saya jadikan referensi untuk memilih Universitas. Btw, saya ingin tau untuk UNS ada diperingkat berapa ya ? untuk mengetahui seberapa banyak yang bekerja di lafirm, dll itu bagaimana? ada sitenya ga? Terimakasih sebelumnya

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Wah, saya biasanya memeringkat sampai peringkat 15, tetapi belum memasukkan UNS sampai peringkat tersebut. Untuk mengetahuinya, saya melakukan research ke 30 law firm ternama di Jakarta dan melihat latar belakang pendidikan para lawyer disana..

  64. deviasi mengatakan:

    gan berantem yuk gan…
    berani2nya ngukur bagus apa engga dari algoritma situs pencari…
    seandainya anda bisa menguji data yg lebih valid, saya akan menghargainya

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Kalau orang yang tidak terdidik memang menyelesaikan masalah dengan otot sih bukan dengan otak. Ingat Top of Mind juga penentu, kalau Saudara pernah baca ulasan Pusat Data dan Analisis Tempo dalam melakukan pemeringkatan. Tapi itu hanya menyumbang 20% saja kalau Saudara membaca artikel saya secara keseluruhan.

  65. ETJ mengatakan:

    Sedih juga membaca peringkat Univ. PANCASILA ada di peringkat ke-15 dikarenakan saya alumni FH Pancasila (1996 – 2000).

    Yang dikatakan Mas Baskoro di atas sangat lah benar. Semua kembali kepada individu nya. Saya pernah bekerja di Law Firm tingkat menengah (Gusti Randa & Partners, 2001 – 2007) and thanks God, sy sering berhadapan (seringkali menang, beberapa kali kalah dan beberapa kali seri atas perkara2 yang ditangani) ataupun berkoordinasi dg Law Firm – Law Firm papan atas, seperti Bang Juniver Girsang, Bang Adnan Buyung, Elza Syarief, SSEK, Bang Hotma Sitompul, Bang Ruhut Sitompul, Bang Hotman Paris Hutapea, Bang Mohammad Assegaf, LSM, Gani Djemat, dan lainnya.

    Semua hal tersebut, membuat saya tdk berkecil hati, melainkan semakin semangat bahwasanya dunia kerja adalah dunia yang realistis dan penuh perjuangan, serta pembuktian, khususnya kepada diri sendiri.

    Kemudian setelah itu saya bekerja di perusahaan perusahaan, mulai dari perusahaan outsourcing ternama, perusahaan FMCG ternama, plantation (Tbk) (meskipun plantation tsb, memakai litigation lawyer langganannya, tetapi saya yg finalisasi atas segala tindakan hukum yg akan ditmpuh) (di plantation ini pun sy berkoordinasi dg Corporate Law Firm, HHP saat akan obligasi), law firm di sudirman (spesialisasi di mining), property/developer (Tbk), retail (Tbk) dan saat ini saya sedang rehat (dg jabatan Legal Mgr yg saya tinggalkan/resign) dan akan membuat Law Firm dg teman-teman saya.

    Intinya adalah, tidak perlu berkecil hati dan tetap semangat, meski kuliah di univ. dg peringkat berapa pun. Tdk ada kata tdk bs, jika kita berusaha dan seizin Tuhan YME.

    Untuk Mas Kardoman, appreciate it untuk usahanya. Thanks.

    Salam,
    ETJ

  66. NANO SUGIATNO mengatakan:

    mas untuk s2 / pascsarjana PTS di JKT yang bagus mana? makasih

  67. firman mengatakan:

    Saya lulusan fak. Hukum uii Dan tidak prnh berpikir sedikitpun utk bekerja dengan perusahaan atau law firm manapun, says dididik utk menjadi pemimpin bukan pimpinan..kalo lulus hanya utk bekerja disuatu perusahaan, sprti bumn misalnya, bagi saya sangat dangkal cara brpikirnya (pemikiran subjektif saya). Kalo cuma daftar2 diperusahaan Dan bekerja menjadi buruh (tidak memiliki alat produksi) tidak perlu milih kuliah, tp uCo ba jatuh bangun memulai USAha. Itu butuh keberanian ekstra. Saya tantang bung kardoman mengikuti jejak saya..Dan maaf kalo cuma daftar pns Dr 2 tahun Yang lalu kalo says may udh pns saya pak kardomana. Saya tantang and a berwiraswasta.

  68. Gemager mengatakan:

    Mau nanya kok versi tahun 2013 belom dibikin ya mas?

  69. yeremia mengatakan:

    kok Brawijaya g masuk ya?? kalo g salah akreditasi nya bukannya A ya??

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Tidak semua fakultas hukum dengan akreditasi A akan masuk peringkat. Fakultas Hukum dengan akreditasi A ada puluhan di Indonesia, memang sulit rasanya memeringkat puluhan atau bahkan ratusan fakultas hukum di Indonesia (swasta maupun negeri) ke dalam 10 Fakultas Hukum terbaik.

  70. sadikawardhana mengatakan:

    Appreciate dgn metode peringkat FH bang kardoman. Saya kira cukup valid, logis dan fair sesuai dgn konsep penelitian yang berlaku/digunakan. Almameter memang baik utk dijadikan referensi, tetapi pada akhirnya tetap kembali pada diri sendiri, almameter tidak 100% menjamin diri menjadi lebih baik, almameter yg lebih baik itu hanya memberikan kesempatan yg lebih luas daripada yg lain, pada akhirnya? Diri sendiri yang menentukan.

    Saya setuju jika banyak lulusan univ ternama tapi pada nyatanya mentalitas dan attitude-nya sangat poor, sedangkan banyak univ yang (mungkin saja krn hanya) belum terdengar namanya, mampu menghasilkan jebolan2 yang berintegritas dan solid dlm berpraktisi. So don’t judge a book by it’s cover, as simple as that.

    Kurang setuju juga jika masalah korup dgn kualitas univ direlasikan, itu jelas tidak ada hubungannya. Saya kira itu bukan alasan yg logis. Saya juga ingin mengatakan di luar konteks akademisi, bahwa pada dasarnya jika sudah masuk dunia kerja, education background tidak bisa sepenuhnya dijadikan bahan penilaian yg pada dasarnya sangat subjektif. Kalau sudah begitu, yg kita lihat adalah individu itu sendiri, bukan almameternya, baik individu itu bekerja baik atau buruk. Bangga atau kecewa itu relatif kok.

    Terima kasih.
    Mahasiswa kampus perjuangan FH UII Yogyakarta. Angkatan 2012.

  71. zaenal arifin mengatakan:

    kalo sistem peringkatnya dilihat dari alumni yang bekerja di badan internasional mantaf dech keliatanya…

  72. Gab mengatakan:

    Saya cuma mau kasih saran, fh Unpar memang diperhitungkan, tapi sangat jujur setengah mati ngejar nilai disini. Jadi pilih kampus yg tidak mempersulit mahasiswanya, supaya lulus tepat waktu dengan nilai yg memuaskan. Sekian

  73. m.rifqi mengatakan:

    mohon infonya dong abang2 sekalian tentang FH trisakti gmn ruang lingkupnya dan kinerjanya para mahasiswanya? terima kasih banget bang hehe

  74. harissagung mengatakan:

    Reblogged this on PelorotoFolio and commented:
    pilh mana?

  75. bella mengatakan:

    Fyi,, ko untar hanya ada di peringkat 14, padahal menurut saya lulusan untar lebih baik dari UII. Tolobg di teliti lagi

  76. sinta mengatakan:

    Top 8 Peringkat Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition 2014

    Champion : FH Universitas Indonesia
    1st Runner Up : FH Universitas Pelita Harapan
    2nd Runner Up : FH Universitas Padjadjaran
    4th Place : FH Universitas Katolik Parahyangan
    5th Place : FH Universitas Gadjah Mada
    6th Place : FH Universitas Islam Indonesia
    7th Place : FH Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
    8th Place : FH Universitas Airlangga

  77. anonym mengatakan:

    untuk saudari bella dan hilda

    coba anda search di jejaring sosial atau coba deh jalan-jalan ke kota pelajar.
    sebelum UI di bangun udh berdiri UII dulu namanya STI berdiri pada tahun 1948 di jakarta dan di pindah ke D.I. Yogyakarta, ya bisa di bilang fakultas hukum tertua di indonesia.

    jgn karena almameter atau daerah tempat tinggal saudari bisa menilai suatu fakultas.
    penilain harus mempunyai data yg valid dari prestasi mahasiswa/i dan lulusan universitas tersebut.

    ini yg terbaru 11-02-2014
    http://law.uii.ac.id/berita-hukum/tambah-baru/kps-fh-uii-gondol-juara-i-piala-ma-ri.html
    masih banyak prestasi yg lain anda buka saja web di atas.

    saya hanya membuktikan kalau fakultas saya ada.

    untuk bg kardoman tolong di prospek kembali bukan hanya dari alumni, namun dari web resmi setiap fakultas dan prestasi mahasiswa/i yg berada di fakultas tersebut biar lebih valid (Obyektif bukan Subyektif).

  78. Manotar Tampubolon mengatakan:

    Saya bukan alumni FH dari TOP Law Schools tersebut, namun saya sedang kuliah S3 disalah satu TOP LAW SHOOL tersebut. Saya punya teman alumni jurusan Perdata FH-UNPAD 2010, saat saya suruh buat draft perjanjian dia tidak tahu sama sekali bagaimana memulainya, seolah-olah dia tidak pernah kuliah di FH. Saya berpikir bagaimana UNPAD bisa meluluskan mahasiswa seperti itu?

    • kardoman.tumangger mengatakan:

      Maaf sekali Bapak Manotar. Memang tidak semua alumni dari Top Law School lebih pintar dari alumni yg bukan top law school, semua itu dikembalikan lagi kepada mahasiswa tersebut. Apakah dia mau sekedar lulus dan menjadi Sarjana Hukum atau lulus dengan berbekal ilmu hukum. Syarat lulus mudah bukan??

  79. perjuangan mengatakan:

    Posisi di tahun 2014 ada yang berubah ga bang kardoman ? Makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s